Hak untuk bebas pun sejatinya berbatas. Berbatas dengan kebebasan orang lain.
Bagaimana dengan hal yang dinamakan "Kebahagiaan"?
Kalau saja setiap "Kebahagiaan" bisa membawa "Kebahagiaan" yang lain, mungkin "Kebahagiaan" tidak akan berbatas. Sayangnya tidak semua orang akan ikut berbahagia atas kebahagiaan seseorang, bahkan ada orang yang tidak suka, atau sakit saat melihat orang bahagia. Tidak masalah jika orang itu adalah orang yang tidak kita kenal atau seorang musuh. Tapi bagaimana jika orang yang tidak ikut berbahagia adalah orang yang kita sayang (dalam arti luas)?
"Kami adalah sepasang pendosa yang lama terikat pada kebahagiaan semu. Sekadar ingin mencari arti bahagia yang sesungguhnya. Lalu kenapa seakan beberapa orang merasa bahwa kami tidak berhak berbahagia? Haha..lucu rasanya. Ingat! kami adalah pendosa, bukan orang suci. Jika saja mata kami balas dengan mata, maka yang ada adalah rasa sakit. Maka kami memilih untuk membuat lingkaran dimana masing-masing kadar kebahagiaan sudah kami tentukan. Tak apa jika tak suka saat kami berbahagia, akan selalu kami balas dengan doa agar kalian bisa lebih bahagia dari kami."
Lalu kenapa kita tidak berbahagia bersama saja?