Maaf sodara-sodara pengikut setia blog. Baru nongol lg setelah melanglang buana. Dan alhmdulilah dapet cerita yang bisa gue tulis di sini.
Jadi begini ceritanya... (Dengan ekspresi sok mikir liat ke atas, ala Kisah-kisah Misteri yang d TPI jaman dulu kala)
Pada suatu ketika gue nganter sodara gue yang berada di Negara Ancur Kagak Ancur atau biasa dikenal NERAKA atau NRKA (Kalo dipikir-pikir negara tersebut sangat mirip dengan negara tempat gue tinggal, Indonesia atau NKRI, dari iklimnya yang tropis dan budaya-budaya yang ada di masyarakatnya) untuk buat Kartu Izin Mengendara (KIM). Betapa niat yang sangat baik mengingat dia sering bepergian naik motor, maka dia yang ga pengen terus menerus melanggar peraturan mencoba membuat KIM tersebut. Dia yang sedang kuliah di kota Asem Arang harus menempuh perjalanan sekitar 4 jam ke kota Mrembes. Maklumlah, karena untuk buat KIM tersebut harus di kota tempat dia berasal. Sesampainya di Mrembes, gue langsung belok ke Satjantas (Satuan Jalan Pintas), bagi yang ga tau di Indonesia disebut Satlantas (mirip bukan???). khu khu khu.
Karena sodara gue itu pemalunya minta maaf, segala urusan bikin KIM gue yang di depan. Ampun deh. Maka begitu sampe di Satjantas langsung aja deh gue coba tanya ke loket pembuatan KIM. Di atas loket tersebut terpampang daftar harga pembuatan KIM. Berhubung sodara gue mau buat KIM C (untuk pengendara roda dua) maka gue siapin uang 100 ribu Roepeah (Mata uang negara sono). Secara, di daftar terpampang harganya Cuma 99.999 Roepeah. Di loket itu gue coba tanya-tanya dulu sama petugasnya.
Gue : “Bu, buat SIM...eh...KIM C syarat administrasinya apa aja?”
Petugas : (Tampak sangat berhati-hati) “Mau buat KIM C?’
Gue : “Tanya-tanya dulu, Bu, barang kali syaratnya kurang.”
Petugas : “Nanti saja ya Mas, kalau udah benar-benar mau buat aja.”
Gue : “(kok tau nama gue ya?ho) ya kan buat nyiapin syaratnya dulu, Bu.”
Petugas : (Diem sejenak) “Siapkan saja Bukti Kesehatan, Foto Kopi KP, sama uang 320 Ribu.”
Gue : “Lho bukannya 100 ribu, Bu?”
Petugas : “Ya itu sih kalo mau cepet Mas, tanpa ujian.”
Gue : “Oooh... bisa gitu juga tho, Bu?”
Petugas : “Bisa donk.”
Coba melirik tabel alokasi waktu pembuatan KIM yang terpampang.
Alokasi Waktu Pembuatan KIM C
1. Pendaftaran.....................................................5 Menit
2. Ujian Teori.......................................................15 Menit
3. Ujian Praktek I................................................15 Menit
4. Ujian Praktek II...............................................30 Menit
5. Produksi KIM...................................................5 Menit
6. Penyerahan KIM..............................................5 Menit
Total....................................................................75 Menit
Setelah dipikir-pikir lumayan juga menghemat waktu sekitar 1 Jam, apalagi emang kita lagi diburu waktu buat acara selanjutnya. Maklum orang sibuk. Hehe. Jadi karena “Waktu Lebih Berharga Dari Pada Uang”, maka kami relakan uang 200 ribu untuk amal (bukan nyuap lho ya...) dan menyerahkan Bukti Kesehatan serta foto kopi KP-nya. Haha.
Petugas : “Silahkan duduk mas, sambil nunggu dipanggil.”
Gue : “Siap, Bu!”
Iseng-iseng sambil nunggu gue coba ngitung waktunya pake hape gue. Jadi kalo mau pada tau, gue sangat bersyukur punya teknologi yang super canggih dari hape Soner gue bernama “Stopwatch”. Ga usah pada ngiri ya...hehehe.
Setelah menunggu sekitar 10 menitan, terdengar suara ghaib.
“Bagi yang belum foto, silahkan masuk ke ruang foto KIM!”
Langsung deh sodara gue melesat bersama penunggu yang lain. Wuuzz. Alhasil dia pertama masuk dan pertama keluar sambil menenteng KIM baru setelah 10 menit di dalam.
Setelah gue itung-itung maka gue coba buat daftar alokasi sendiri yang lebih valid.
Alokasi Pembuatan KIM C (Revisi)
1. Pendaftaran.....................................................2 Menit
2. Menunggu........................................................10 Menit
3. Produksi KIM..................................................5 Menit
4. Penyerahan KIM.............................................5 Menit
Total...................................................................22 Menit
Dalam hati gue kagum setengah mati. “wow...amazing... bener-bener Satuan Jalan Pintas”. Yang tadinya “100 ribu dan 75 menit” jadi “320 ribu dan 25 menit”. Kaya paket kilat aja. Hahay.
Meskipun begitu sangat disayangkan sih. Karena kalo di Negara tempat gue tinggal, Indonesia tercinta, serangkaian proses tersebut termasuk dalam KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Bukan, Kuliah Kerja Nyata atau Kakek-Kakek Narsis) yang notabene tindakan pidana / kejahatan, ga tau deh kalo di NRKA, sepertinya halal-halal ajah. Hmmm. Tentunya ga kayak di Indonesia donk, di setiap sudut kantor Satlantas aja banyak slogan-slogan anti-korupsi. Seperti yang ada di bawah ini.
Maka gue harap ga ada hal-hal semacam di atas. Karena pastinya akan sangat memalukan sekali jika sudah terpampang banyak slogan tapi di dalamnya terjadi hal yang bertentangan, apalagi itu dilakukan para penegak hukum. Seperti apa yang ada pada salah satu slogan tersebut ;
“STOP KORUPSI SEKARANG JUGA. JAGA MARTABAT KITA.”
Hahaha. Gue juga bersyukur bukan warga NRKA, sehingga gue berani nulis kayak gini. Karena setau gue, kalo warga NRKA nulis kayak gini pasti sebelum ganti hari udah diculik oleh tim Intelejennya sono.
Tetap semangat buat Kepolisian Indonesia. Tumpas tuntas kejahatan. Waspadalah...!Waspadalah...!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar