Aku bawa bekal pengganjal lambung
Ada mi instan dan jajanan kampung
Tak lupa perlengkapan layaknya pendaki ulung
Tak lupa perlengkapan layaknya pendaki ulung
Saat tiba di lerengnya
Aku melihat kota penuh pesona
Ada yang tampak gelap tertutup mega
Tapi ada juga yang cerah terkena surya
Lalu sampailah aku di puncak
Usahaku naik dibayar layak
Padang awan, langit, dan surya jadi pemangangan yang mutlak
Ah masa bodoh pada kota yang sudah tak lagi tampak
Dan aku pun kembali ke tempatku
Indahnya di sana sudah jadi kepuasanku
Redup atau cerah kini hanya terlihat di mana aku terpaku
Inilah kenyataan, yang tak suka cukup dengan tertawa pilu
Padang awan, langit, dan surya jadi pemangangan yang mutlak
Ah masa bodoh pada kota yang sudah tak lagi tampak
Dan aku pun kembali ke tempatku
Indahnya di sana sudah jadi kepuasanku
Redup atau cerah kini hanya terlihat di mana aku terpaku
Inilah kenyataan, yang tak suka cukup dengan tertawa pilu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar