Selasa, 18 Februari 2014

Sebut Saja Namanya Mawar

Kamu bertanya "Kenapa banyak orang menyukai mawar?"
Aku hanya bisa menjawab "Mungkin karena mawar mudah ditemukan di manapun di dunia ini"
Lalu kamu bertanya lagi "Jika hanya karena banyak ditemui, kenapa tidak Alang-alang?"
Aku menjawab "Mungkin karena mawar punya warna yang lebih banyak dan mencolok dibandingkan Alang-alang."
Sebenarnya aku juga tidak benar-benar tahu kenapa. Entahlah.

Aku setuju saja saat orang bilang jika mawar adalah bunga tanda cinta. Karena dia memberikan warna yang indah dan bau harum. Tapi itu berlaku saat sang mawar masih berduri. Jika tidak, dia hanya sebagai bunga fantasi yang hanya diharapkan keindahannya saja. Jika memang banyak orang menyukai mawar kenapa mereka harus membuang durinya? Jika mereka menyukai bunga indah, harum dan tak berduri, itu bukan mawar namanya. 

Aku tertawa saat mereka mengaku mencintaiku
Mereka yang tidak pernah benar-benar tahu bawa aku berduri
Aku semakin tertawa saat mereka berhenti mencintaiku
Saat mereka tahu aku sebenarnya berduri
Selama ini mereka tertipu oleh warna dan harumku
Percayalah itu tidak akan lama
Tubuhku akan layu
Mahkotaku akan membusuk
Harumku akan hilang
Dan aku berakhir dibuang
Aku rasa memang hanya orang bodoh saja yang akan membiarkanku hidup di tanah dan utuh dengan duriku
Tapi dialah yang mencintaiku
Dialah yang kudamba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar